Siapa
sih yang tiak suka belanja? Apalagi perempuan, belanja bahkan menjadi
agenda rutin bagi sebagian orang. Itu wajar dan sah-sah saja toh yang
digunakan untuk belanja uang sendiri bukan? Tidak menganggu orang lain.
Meskipun
begitu, anda tetap harus hati-hati dengan hobi satu ini. Jika hobi
belanja anda sudah kelewat batas tidak hanya gangguan finansial yang
anda dapatkan, bahkan gangguan mental pun bisa terjadi. Mereka yang
kecanduan belanja ini dinamakan dengan “shopaholic” mereka memiliki
hasrat belanja yang di luar batas. Ini sifatnya berkelanjutan, nafsu
belanja itu akan selalu datang kapan saja tanpa bisa dikendalikan
Anda
mungkin punya teman seperti ini, dan kebetulan saya sendiri punya
beberapa teman dekat yang termasuk kelompok ini. Mereka tidak pernah
berpikir resiko dari kebiasaan belanjanya yang sudah kebablasan. Susah
juga memberitahu mereka, kalau apa yang mereka lakukan sebenarnya sudah
tidak sehat lagi.
Saat
belanja teman saya ini tidak peduli apakah dia butuh barang tersebut
atau tidak. Ketika ia suka barang itu ia akan langsung membelinya, dan
tidak peduli jika akhirnya dia harus ambil dari uang belanja dapur yang
seharusnya bukan untuk belanja barang yang tidak jelas. Anehnya setelah
membeli sesuatu dia tidak pernah puas dengan apa yang sudah dibelinya,
malahan ia menyesal. Tapi tiak berlangsung lama, kebiasaannya belanja
yang tanpa perhitungan itu akan terus berulang lagi besoknya.
Kebiasaan
belanja yang berlebihan tentu saja akan mengganggu finansial anda.
Karena seringkali mengeluarkan uang melebihi budget yang seharusnya.
Tetapi buat seorang yang nafsu belanjanya tak terkontrol dia rela
mencari pinjaman kepada orang lain untuk memenuhi hasrat belanja itu.
Buat anda yang normal dan bisa mengendalikan hasrat belanja saat melihat
barang bagus pasti akan katakan “waahh bagus sekali! Upsst tapi saya
tak punya uang untuk membelinya” berbeda dengan orang yang candu
belanja, dalam kamus hidupnya tidak akan pernah ada kata itu, yang
terbayang saat melihat barang bagus adalah ”Hmm bagus! Aku harus
membelinya”. Apapun cara pasti akan ia usahakan untuk memilikinya.
Perilaku
belanja seperti itu mungkin harus diwaspadai. Karena jika terus menerus
bisa menyebabkan masalah mental.Penyesalan yang datang setelah belanja,
apalagi jika belanja dengan menggunakan kartu kredit atau uang pinjaman
maka otomatis akan kelabakan untuk membayar tagihan yang datang. Selain
itu seorang yang hobi belanja ini akan cenderung pintar berbohong,
terutama terhadap harga barang yang dibelinya. Ia akan menyembunyikannya
dari pasangan atau orang lain. Dan tidak berani menyebutkan harga
sebenarnya karena tidak mau di cap boros. Terus-terusan kucing-kucingan
dengan pasangan tentang kebiasaan belanja yang tak terkandali ini tentu
saja nantinya bisa menjadi masalah, akhirnya rasa cemas, khawatir dan
takut ketauhan bohong akan sering melanda. Kalau sudah begini apa boleh
buat, hobi belanja anda malah menyiksa diri seniri dan tidak lagi
menjadi kebahagiaan.
Meskipun
mungkin kita banyak mendengar bahwa belanja bisa menjadi terapi untuk
stres. Karena diyakini belanja mampu menghilangkan rasa sedih atau stres
seseorang. Kalau sudah kebablasan akibatnya malah sebaliknya. Apalagi
jika anda belanja dalam keadaan emosi sudah pasti akan mendatangkan
penyesalan setelahnya. Karena apa yang dibeli saat itu belum tentu
barang-barang yang benar-benar anda butuhkan.
Karena
itu hati-hatilah mengontrol hobi belanja anda. Jangan ikut-ikutan, dan
jangan biarkan hasrat belanja yang mengandalikan anda. Tetapi seharusnya
andalah yang mengendalikan keinginan anda untuk berbelanja.
Selamat Sore
Sumber: lifestyle.kompasiana.co